Sabtu, 03 Juli 2010

HUKUM-HUKUM YANG MELATARBELAKANGI SELEKSI ALAM

A. Hukum Spesiesi
Hukum spesiesi atau hukum terbentuknya spesies baru sebagai latar belakang dari seleksi alam dikemukakan oleh:
1. Gregor Mendel
Mendel memilih untuk melakukan penelitian yang terencana dan teliti dengan menggunakan kacang ercis karena kacang ercis memiliki banyak varietas. Ahli genetika menggunakan istilah karakter untuk menjelaskan sifat yang dapat diturunkan (seperti warna bunga yang terdapat pada individu). Setiap varian dari suatu karakter, seperti warna bunga ungu dan putih pada bunga, dinamakan sifat (trait). Mendel melakukan persilangan pada kacang ercis, dan setiap sifat yang tampak disebut Genotif dan sifat yang tidak tampak disebut Fenotif. Mendel melakukan penyerbukan terhadap dua varietas yaitu antara kacang ercis berbunga ungu dan putih. Perkawinan/persilangan dua varietas ini disebut Hibridisasi yang disebut penyilangan monohybrid. Induknya disebut generasi P (Parental), keturunannya disebut generasi F1 (filial/keturunan pertama). Dan bila F1 disilangkan dengan F1 maka keturunannya disebut F2 (filial kedua). Berdasarkan hasil percobaannya Mendel menyimpulkan bahwa:
a. Versi alternative gen (allel-allel yang berbeda) menjelaskan terjadinya variasi pada karakter yang diwarisi
b. Untuk setiap karakter, organisme mewarisi dua Allel, satu-satu dari masing-masing induk
c. Jika kedua Allel berbeda, maka salah satunya, allel yang dominan diekspresikan sepenuhnya dalam penampakan organisme, sedangkan allel yang satunya yaitu allel resesif tidak mempunyai efek yang jelas pada penampakan organisme
d. Kedua allel untuk setiap karakter berpisah selama produksi

2. Hugo De Vries
Hugo De Vries salah seorang ahli evolusi yang mempelajari tentang evolusi dengan cara memperdalam tentang mutasi/perubahan tempat yang bersifat reversible atau dapat diperbaiki. Salah satu penyebab terjadinya perubahan sifat suatu organisme yaitu adanya perubahan struktur kimia gen (DNA) pada organisme atau sering disebut dengan mutasi gen. mutasi gen dapat terjadi secara acak dan dapat terjadi tanpa ataupun karena pengaruh faktor luar.
Mutasi merupakan mekanisme evolusi yang penting dan dapat memunculkan spesies baru dengan sifa yang lebih baik, tergantung dari angka laju mutasi (angka yang menunjukkan jumlah gen yang bermutasi dari seluruh gamet yang dihasilkan oleh suatu individu dari suatu spesies). Angka laju mutasi memang sangat kecil tetapi merupakan mekanisme yang sangat penting karena dipengaruhi oleh hal-hal berikut
a. Setiap gamet mengandung beribu-ribu gen
b. Individu dalam satu generasi dapat menghasilkan ribuan sampai jutaan gamet
c. Jumlah generasi suatu spesies selama spesies itu ada banyak sekali
Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah mutasi yang menguntungkan selama periode evolusi cukup besar sehingga kemungkinan dihasilkannya spesiess adaptif (mampu beradaptasi) juga besar. Dalam proses mutasi gen ini Hugo De Vries mebedakan mutasi menjadi dua, yaitu:
a. Mutasi kecil
Mutasi kecil biasanya akan menyerang bagian-bagian inti, misalnya saja pada Asam Nukleat dari DNA dan RNA
b. Mutasi besar
Mutasi besar biasanya menyerang pada bagian kromosom, dimana di dalam kromosom ini terdapat gen yang tersimpan di dalam lokus. Lokus yang terdapat gen tersebut memiliki kode-kode tersendiri atau pasangan-pasangannya sendiri yang biasa disebut Allela/allel. Mutasi besar ini dibagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu:
1) Deletion (Penghapusan)
Penghapusan terjadi pada saat terjadinya mutasi dimana ada pasangan gen yang hilang.
Misalnya; P Q R S T P Q R T

2) Duplication (Penggandaan)
Terjadinya penggandaan gen saat terjadinya mutasi
Misalnya; J K L M J K K L M

3) Invertion (Penyisipan)
Adanya gen yang menyisip ke dalam gen lain atau pertukaran tempat
Misalnya; F G H I J F G J I H

4) Translocation (Pemindahan)
Terjadinya pemindahan posisi gen pada saat mutasi antara dua pasangan kelo,pok gen
Misalnya; V W X Y V W X T

R S T U R S Y U

5) Polidaphly/Polidagtil
Polidaphly merupakan mutasi gen yang menyebabkan jari-jari tangan berjumlah lebih dari sepuluh atau berjari banyak.

3. Hardy-Weinberg
E.H. Hardy (Inggris) dan W. Weinberg (Jerman) mengembangkan study genetika populasi. Dari hasil studinya, kedua ahli tersebut menyatakan bahwa “Keseimbangan frekuensi genotif AA, Aa, aa, dan perbandingan gen A dan a selalu sama dari generasi ke generasi”. Hal tersebut dapat terjadi asalkan memenuhi beberapa persyaratan berikut:
a. Tidak ada mutasi
b. Terjadi perkawinan secara acak
c. Tidak ada aliran gen dan tidak terjadi migrasi
d. Tidak terjadi genetic drift (populasi cukup besar)
e. Tidak ada seleksi alam
Pernyataan atau teori yang dikemukakan oleh E.H. Hardy dan W. Weinberg dikenal dengan hukum Hardy-Weinberg. Secara matematis hukum Hardy-Weinberg dirumuskan sebagai berikut
p2 + 2pq + q2 = 1
Adanya perubahan keseimbangan frekuensi gen di dalam suatu populasi memberi petunjuk adanya evolusi.


B. Hukum Seleksi Alam
Hukum seleksi alam dilatarbelakangi oleh Teori tentang seleksi alam yang dikemukakan ahli-ahli Evolusi, diantaranya adalah
1. Teori seleksi alam menurut Charles Robert Darwin
Charles Robert Darwin merupakan seorang tokoh evolusi yang pendapatnya tentang evolusi diterima oleh dunia ilmu pengetahuan. Ketika usianya baru 22 tahun, Pada tanggal 27 desember 1831 Darwin berangkat melakukan ekspedisi menuju ke kepulauan Galapagos dengan menggunakan kapal layer HMS Beagle, Darwin mengamati fenomena-fenomena alam yang sangat menarik, seperti adanya variasi kura-kura raksasa di Pulau Galapagos (suatu pulau di sebelah barat daratan Amerika Selatan tepatnya terletak di daerah Khatulistiwa di sebelah barat Ekuador) dan 14 spesies burung Finch. Hasil perjalanannya di tuangkan dalam bentuk buku yang di beri judul On The Origin Of The Species By Mean Of Natural Selection atau Timbulnya/adanya Spesies Baru Melalui Seleksi Alam. Dalam bukunya tersebjt Darwin menyatakan dua pendapat berikut:
a. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau
b. Evolusi terjadi melalui seleksi alam
Menurut Darwin, burung Finch yang terdapat di Kepulauan Galapagos semula berasal dari satu spesies burung yang ada di daratan Amerika Selatan, yang bermigrasi ke Kepulauan Galapagos. Variasi terjadi akibat kondisi geografis dan lingkungan, terutama makanan sehingga mengakibatkan keturunan burung Finch (pipit) mengalami perubahan morfologi/bentuk dan fungsi. Perubahan yang terjadi misalnya pada bentuk paruh. Paruh burung Finch yang semula tebal dan kuat yang sesuai untuk memakan biji-bijian mengalami perubahan menjadi paruh untuk memakan serangga (peruh tebal, lurus, dan berlidah pendek) dan memakan madu (berparuh lurus agak panjang).
Kajian Darwin terhadap aspek geologi dan seleksi alam yang berkaitan dengan teori evolusi menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu:
a. Deretan Fosil yang ditemukan pada batuan tua berbeda dengan yang ditemukan di batuan yang lebih muda
b. Perbedaan yang terjadi pada fosil-fosil disebabkan oleh perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan
c. Perbedaan dapat berkembang dari satu jenis individu menjadi berbagai jenis karena adanya perkawinan
d. Makhluk hidup memerlukan makanan dan ruang agar dapat berkembang sehingga makanan dan ruang menjadi faktor pembatas ketika populasi bertambah besar
Adapun beberapa pokok pikiran yang mendasari teori Evolusi Darwin, sebagai berikut:
a. Tidak ada individu yang benar-benar sama. Hal ini terbukti adanya variasi dalam satu keturunan (contohnya variasi burug Finch)
b. Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena setiap individu mempunyai kemampuan berkembangbiak
c. Untuk berkembangbiak diperlukan makanan dan ruang yang cukup sehingga memerlukan perjuangan dari individu untuk bertahan hidup
d. Pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus karena seleksi alam. Idividu yang bertahan dan berkembang yaitu individu yang paling dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

C. Hukum Favorite Races (Spesies Unggulan)
Hukum favorite races atau spesies unggulan berawal dari bukti-bukti evolusi yaitu rekombinasi dan seleksi alam Variasi idividu.
1. Rekombinasi dan seleksi alam
Dimana mutasi yang menguntungkan akan menghasilkan individu dengan viabilitas dan fertilitas yang tinggi serta bersifat adaptif. Apabila individu-individu yang mengalami mutasi melakukan kawin silang, akan terjadi rekombinasi gen pada keturunannya. Fenotif individu hasil kawin silang tersebut dapat berbeda sekali dengan fenotif kedua induknya. Dengan adanya faktor seleksi alam maka hanya individu yang adaptif (memiliki kemampuan beradaptasi) saja yang mampu bertahan hidup dan mewariskan sifat-sifatnya pada generasi berikutnya. Individu yang mampu bertahan inilah yang disebut dengan Spesies Unggulan.
2. Variasi Individu
Individu-individu yang termasuk dalam suatu spesiess tidak pernah bersifat identik atau persis sama. Hal ini menunjukkan antarindividu di dalam suatu spesiesmempunyai variasi-variasi. Artinya secara genetic maupun kefaalan tiap-tiap spesies makhluk hidup memiliki perbedaan seperti perbedaan warna, ukuran, berat, maupun kebiasaan. Jadi antarindividu di dalam suatu spesies pun terdapat variasi.
Kenyataan seperti ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, suhu, tanah, dan makanan. Variasi-variasi dalam spesies ini pada perkembangan berikutnya akan menurunkan keturunan yang berbeda. Apabila variasi di dalam spesies ini menghuni daerah yang berbeda, dalam perkembangan selanjutnya akan menghasilkan varian yang berbeda.

Kamis, 03 Juni 2010

EVOLUSI

EVOLUSI
Evolusi : perubahan yg terjadi dalam waktu yg sangat lama sekitar 50 tahun baru dapat dikatakan evolusi
Revolusi : perubahan dalam jangka waktu yg cepat.
Evolusi
 Progresif : perubahan menuju kesempurnaan
o Contohnya : kuda egius ( kuda pertama ) mengalam perubahan lebih sempurna menjadi kuda yg ada sekarang ini ( Hyper mathus )
 Reprogresif : perubahan yg menuju kepunahan.
Menurut perkembangan ada 3
Evolusi kosmik : evolusi pembentukan tata surya.
Ada beberapa teori yg menyatakan bagaimana terbentuknya tata surya.
 Teori big bang, teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk krna terjadinya 2 bintang yang bertabrakan, dimana bintang yg kalah menjadi planet-planet dan bintang yg menang menjadi matahari.
 Teori nebula : teori ini memiliki paham bahwa tata surya dari kabut yang mengeras dan kemudian pecah menjadi matahari dan planet-planet.
 Paham atomis : menyatakan bahwa tata surya memang sudah ada sejak dulu

Evolusi budaya : perkembangan dan pola pikir manusia
- Anixamater : menyatakan bahwa mahluk hidup bersal dari lumpur, di dukung oleh Charles Darwin

Evolusi biologi
Berdasarkan bukti-bukti fisik
 Penemuan fosil atau sisa mahkluk hidup
 Embriologi perbandingan yakni perbandingan embrio mahkluk hidup 1 dengan mahkluk hidup lainnya.
 Homologi = berdasarkan struktur tubuh yg sama.
 Organ vestigial

ASAL USUL KEHIDUPAN
Paham pra Darwin
 Teori Abiogenesis
o Aris toteles ( 384-322 SM )
 “ Generation Spontanea “
 Aniximendel ( 250 SM )
 Empedoches ( 250 SM )
 Mahkluk hidup mubcul dari lumpur dengan organ tubuh yg terpisah-pisah, setelah semua organ tubuh muncul semua, organ tubuh tersebut menyatu membentk suatu badan atau tubuh.
 John nedham ( 1700 )
 Teori Biogenesis
o Pelopor Fransisco Redi dan Louis patour
Harold urey, menyatakan bahwa mahkluk hidup berasal dari Oh4, N2, O2, H2O yagn kemudian membetuk asam amino.


Perkembangan teori evolusi
 Lamark ( Jean baptis lamark ), berpendapat evolusi terjadi Karena kebiassaan, contoh, leher jerapah yg dulunya pendek berubah mebjadi panjang karena kebiasaan menjulurkan lehernya.
 Charles Darwin, berpendapat bahwa evolusi terjadi karena seleksi alam, contoh : menurut Darwin, jerapah memiliki 2 nenek moyang yakni yg berlher panjang dan berleher pendek, karena yg berleher tidak mampu bertyahan dan bersaimg dengan jerapah yg berleher panjang, maka punahlah jerapah berleher pendek.
Pendapat Darwin ini disepakati oleh Thomas Robert Malthus ( Pakar ekonomi ) menyatakan : penambahan makanan tidak seperti deret hitung (1,2,3,4,5,,,,,,dst) tidak sebanding dengan deret ukur (2,4,6,8,10,,,,,dst)

Evolusi
Mahkluk hidup menurut Charles Darwin
“ Evolusi berdasarkan seleksi alam “
Tahun 1839 : “ the origin of species by mean of natural selection “ “ spesies baru ada karena seleksi alam “
Sebelum C’darwin melakukan penelitian ada bebarapa ahli pendahulunya yang menjadi pedoman dia dalam penelitian.
 Eramus Darwin dengan bukunya “ Zoonomia “ “ Mahkluk hidup berasal dari spesies yang sama “
 Thomas Robert Malthus ( ahli ekonomi ) ; dengan bukunya “ Essay on the principle “ “ Dalam kehidupan pasti ada persaingan “ yang kuat pasti emnang dan yang lebih lemah akan musnah.
 Charles lylle ( Ahli geologi ) ; dengan bukunya “ Principle of geologi “ “ keadaan bumi selalu berubah sampai sekarang ini “
contohnya : 1. tenggelamnya pulau seribu.
2. Hilangnya flora dan fauna yang endemik ( reflesia dari
Bengkulu, anggrek dari Kalimantan, nepenthes,sp/kantung
semar dari Kalimantan,orang utan dari Kalimantan. )
3. Efek rumah kaca.
 Jeans baptis lamark ; berpendapat bahwa evolusi terjadi Karena faktor kebiasaan.

Berdasarkan dari pengamatannya dari para ahli pendahulunya, Charles Darwin menarik kesimpulan “ Evolusi terjadi oleh faktor alam tanpa campur tangan manusia “

Adaptasi.
Burung finch
Berasal dari amerika selatan ; burung finch hanya memiliki 1 spesies saja dan dikarenakan makan yang ada di amerika selatan gabis, maka burung-burung ini bermigrasi ke pulau Galapagos yang terdiri dari 15 pulau dan burung finch berubah menjadi empat (4) spesies yang di sebabkan oleh faktor alam sekitar.

TANTANGAN / KOTRADIKSI TEORI DARWIN
 Evolusi terjadi karena seleksi alam
 Spesies berasal dari alam
Contoh ; burung finch yang berasal dari spesies yang sama berubah dan memiliki paruh yang bebeda-beda.

Beberapa tokoh yang memiliki pendapat yang bertantangan denga pendapat Charles Darwin :
1. Ahli hukum
Tidak setuju dengan kesimpulan Darwin yang mengatakan bahwa “ siapa yang kuat, itu yang akan menang “, ahli hukum ini berpendapat bahwa “ siapa yang benar , itulah yang akan menang “

2. Ahli agama
Seorang uskup daro oxpord Samuel Wilberforce, mengatakan bahwa menurut kitab suci “ mahkluk hidup memang sudah ada sejak di ciptakan “
3. Ahli biologi “ Origin of spesies “ by Darwin, ahli biologi disini mengatakan bahwa spesies terjadi karena faktor genetic
4. Ahli social ; berdasarkan proses seleksi seksual
5. Ahli fisika.

EROSI

Bab I
Pendahuluan
A. Latar belakang

Ada banyak sekali kejadian yang dapat kita temui dalam kehidupan ini, baik secara alami atau akibat aktivitas manusia yang dapat menyebabkan dampak yang tidak baik bagi kelangsungan perkembangan lingkungan hidup kita. Ada pun kejadian yang mudah kita kenalin yakni bencana alam seperti Gempa bumi, banjir bandang, hujan asam, tanah longsor, gunung meletus, dan erosi.
Pengetahuan lingkungan sangatlah penting dalam kehidupan kita, maka dari itu penulis di dalam makalah ini mencoba untuk membahas masalah tentang Erosi, yakni pengertian erosi, penyebab erosi, dampak dari erosi dan apa yang dapat dilakukan untuk menanggulangi/mengurangi erosi dari berbagai literatur-literatur yang penulis cuplik dan rakit menjadi satu yang digunakan untuk membantu menjawab masalah erosi meski masih terdapat banyak kekurangannya.


B. Permasalahan

Ada pun permasalahan yang akan dibahas oleh penulis dalam makalah ini yakni sebagai berikut :
1. Pengertian dari Erosi?
2. Penyebab erosi?
3. Dampak Erosi?
4. Mangurangi Erosi?
C. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1. Untuk mengetahui pengertian dari Erosi.
2. Untuk mengetahui penyebab – penyebab erosi
3. Untuk mengetahui dampak dari Erosi
4. Untuk mengetahui apa – apa saja yang dapat mengurangi dari erosi.

Bab II
Pembahasan

1. Pengertian Erosi
Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya. Erosi juga merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia.
2. Penyebab erosi
Secara umum yang dapat menyebabkan terjadinya Erosi yaitu secara alami dan akibat tangan – tangan manusia.
Secara alami yaitu dapat disebabkan oleh :
A. Transportasi angin
B. Air atau es
C. Karakteristik hujan
D. Creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi
E. Makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.
Erosi yang sudah terjadi secara alami semakin di perparah oleh aktifitas manusia, Adapun erosi yang di sebabkan tangan – tangan manusia yakni :
1. Tata guna lahan yang buruk
2. Penggundulan hutan
3. Kegiatan pertambangan
4. Perkebunan dan perladangan
5. Kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan.
Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktek tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktek konservasi ladang dan penanaman pohon.
3. Dampak Erosi
Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai. Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan mempengaruhi kelancaran jalur pelayaran.
Erosi dalam jumlah tertentu sebenarnya merupakan kejadian yang alami, dan baik untuk ekosistem. Misalnya, kerikil secara berkala turun ke elevasi yang lebih rendah melalui angkutan air. erosi yang berlebih, tentunya dapat menyebabkan masalah, semisal dalam hal sedimentasi, kerusakan ekosistem dan kehilangan air secara serentak.
Banyaknya erosi tergantung berbagai faktor. Faktor Iklim, termasuk besarnya dan intensitas hujan / presipitasi, rata-rata dan rentang suhu, begitu pula musim, kecepatan angin, frekuensi badai. faktor geologi termasuk tipe sedimen, tipe batuan, porositas dan permeabilitasnya, kemiringn lahan. Faktor biologis termasuk tutupan vegetasi lahan,makhluk yang tinggal di lahan tersebut dan tata guna lahan ooleh manusia.
Umumnya, dengan ekosistem dan vegetasi yang sama, area dengan curah hujan tinggi, frekuensi hujan tinggi, lebih sering kena angin atau badai tentunya lebih terkena erosi. sedimen yang tinggi kandungan pasir atau silt, terletak pada area dengan kemiringan yang curam, lebih mudah tererosi, begitu pula area dengan batuan lapuk atau batuan pecah. porositas dan permeabilitas sedimen atau batuan berdampak pada kecepatan erosi, berkaitan dengan mudah tidaknya air meresap ke dalam tanah. Jika air bergerak di bawah tanah, limpasan permukaan yang terbentuk lebih sedikit, sehingga mengurangi erosi permukaan. SEdimen yang mengandung banyak lempung cenderung lebih mudah bererosi daripada pasir atau silt. Dampak sodium dalam atmosfir terhadap erodibilitas lempung juga sebaiknya diperhatikan
Faktor yang paling sering berubah-ubah adalah jumlah dan tipe tutupan lahan. pada hutan yang tak terjamah, mineral tanah dilindungi oleh lapisan humus dan lapisan organik. kedua lapisan ini melindungi tanah dengan meredam dampak tetesan hujan. lapisan-lapisan beserta serasah di dasar hutan bersifat porus dan mudah menyerap air hujan. Biasanya, hanya hujan-hujan yang lebat (kadang disertai angin ribut) saja yang akan mengakibatkan limpasan di permukaan tanah dalam hutan. bila Pepohonan dihilangkan akibat kebakaran atau penebangan, derajat peresapan air menjadi tinggi dan erosi menjadi rendah. kebakaran yang parah dapat menyebabkan peningkatan erosi secara menonjol jika diikuti denga hujan lebat. dalam hal kegiatan konstruksi atau pembangunan jalan, ketika lapisan sampah / humus dihilangkan atau dipadatkan, derajad kerentanan tanah terhadap erosi meningkat tinggi.
Jalan, secara khusus memungkinkan terjadinya peningkatan derajat erosi, karena, selain menghilangkan tutupan lahan, jalan dapat secara signifikan mengubah pola drainase, apalagi jika sebuah embankment dibuat untuk menyokong jalan. Jalan yang memiliki banyak batuan dan hydrologically invisible ( dapat menangkap air secepat mungkin dari jalan, dengan meniru pola drainase alami) memiliki peluang besar untuk tidak menyebabkan pertambahan erosi.
4. Yang dapat menanggulangi erosi
HUTAN HUJAN MENGURANGI EROSI
Akar-akar dari pepohonan dan vegetasi hutan hujan membantu menahan tanah. Saat pepohonan ditebangi, tak akan ada lagi penahan apapun yang melindungi permukaan tanah dan tanah pun akan cepat terbawa hanyut oleh air hujan. Proses terbawa hanyutnya tanah ini dikenal dengan erosi.
Begitu air ikut terbawa ke sungai, akan menimbulkan masalah bagi ikan dan manusia. Ikan akan menderita karena air menjadi keruh, sedangkan manusia akan memperoleh kesulitan menavigasikan terusan yang menjadi lebih dangkal karena meningkatnya jumlah tanah di air. Sedangkan para petani akan kehilangan lapisan atas tanah yang penting untuk menanam tanaman.

Bab III
Penutup

A. Kesimpulan
Erosi merupakan peristiwa pengikisan padatan yang di sebab kan oleh beberapa faktor seperti transportasi angin, air atau es karakteristik hujan, tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, dan kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik serta pembangunan jalan.
B. Saran
Erosi merupakan salah satu kejadian yang dapat menyebabkan kehancuran bumi kita yang hijau ini. Manfaatkanlah lahan yang ada dengan sebaik mungkin, dan kurangi kegiatan penambangan, penggundulan hutan, dan pembangunan yang tidak tertata dengan baik